Jul 29, 2011

Bijaksana dalam memberikan Suplemen Bayi

Zat yang terkandung dalam suplemen, bila berlebih akan berpengauh pada organ dan kesehatan balita. Kalau vitamin yang dikonsumsi termasuk jenis larut dalam air, seperti vitamin B kompleks dan vitamin C, memang reaktif aman, karena kelebihan itu akan dibuang melalui keringat dan urine.

Namun, untuk beberapa unsur juga harus hati-hati. Misalnya, vitamin C yang berlebihan dan dikonsumsi dalam waktu lama, akan mengendap di ginjal, dan memicu terjadinya pengkristalan. Sedang vitamin yang larut dalam lemak, seperti A, D, E dan K, bila terlalu banyak akan tersimpan dalam tubuh dan menyebabkan keracunan. Tentu saja ini akan merusak kerja organ tubuh.

Hal lain yang sebaiknya juga diperhatikan adalah, tidak memberi makanan dan minuman suplemen setiap kali anak lapar. Misalnya, dengan menyodorkan makanan lengkap gizi dalam bentuk susu, yang sebenarnya juga suplemen. Suplemen makanan diformulasi sedemikian rupa sehingga mudah diabsorsi. Akibatnya, organ pencernaan anak jadi tidak terlatih, malah semakin ‘peka.’ Bila anak perlu makan makanan yang mengharuskan organ pencernaannya sedikit bekerja lebih keras, daging misalnya, sudah membuat balita berontak.

Memberi suplemen makanan terus-menerus, apalagi dalam waktu panjang, juga akan memicu obesitas. Masih banyak ibu yang mengira makanan suplemen ini susu, padahal makanan cair. Daripada dijejali suplemen, jauh lebih baik orang tua melatih balitanya untuk makan makanan sehat. Karena proses makan itu sendiri merupakan ajang belajar. Yakni mengenal rasa, tekstur, dan sebagainya.   

Yo Mandai

      Uang banyak,rekening penuh,perabot rumah komplit dan lebih banyak dibanding tetanggamu. ya,kau penuhi dan kau cukupi semua permintaan kebutuhan orang tuamu,bahkan kau tawari lagi: " masih mau beli apalagi,bu?" , " masih mau beli apalagi,pak?" Hebat,anakku...,orang tuamu cerita ke semua tetangga kampung,dan orang sekampung_pun menganggukkan kepala.."hebat ya,sukses dia sekarang, anaknya kang Paimin". Suksesmu tanpa kepedulian, kau dengan mudahnya,kefakiran dekat dengan kekafiran_Sabda idola dunia akhiratku. Jauh sebelumnya, saling mendoakan, mengingatkan, ayo mendekat padaNya. Kembali,orang tuamu..,meyakinkan diriku,beliau_pun tak perduli -barangkali- dengan hal penting ini, terserah kau mau apa,yg penting kau kirim uang, pundi uang untuk bapak ibumu..,Hebat atau bodohkah kamu? "Dulu kayaknya berkerudung,ya mbak?" "Aku sekarang sudah ketemu jalan yg benar...,kawan..",begitu kau menjawab pertanyaan kawan sekampungmu..Semoga kau bodoh_naudzubillah_,sedangkan orang di sampingmu, HEBAT WALAU TERSESAT..,semoga karna kebodohanmu,karna kurangnya ilmu_mu tentang Kabar Gembira dari Idolaku. Lingkunganmu sangat mendukung akan Sesatnya Jalanmu.. Kau tertipu, semoga orang tuamu sadar, dan semoga kau SEMAKIN TERSESAT. Kecuali kau kembali Pulang..Terkhusus untuk Payjem yg kini Tersesat.. Aku bersyukur,terimakasih Allah swt,atas kekuatanMu..

Jul 14, 2011

Styrofoam


I hope you  know.
  
 Polystyrene is a petroleum-based plastic made from the styrene monomer., which is actually the trade name of a polystyrene foam product used for  insulation. Polystyrene is a light-weight material, about 80% air, with very good insulation properties and is used in all types of products from cups that keep your beverages hot or cold to packaging material that keep your gadget  more safe.

But

    The biggest environmental health concern associated with Styrofoam  is the danger associated with this, the basic building block of polystyrene. Styrofoam  is used extensively in the manufacture of plastics, rubber, and resins. Acute health effects are generally irritation of the eyes, skin,and upper respiratory tract, and gastrointestinal effects. Chronic exposure affects the central nervous system showing symptoms such as depression, headache, fatigue, and weakness, and can cause minor effects on kidney function and blood. Styrofoam  is classified as a possible human carcinogen by the International Agency for Research on Cancer .

So

  Lets go away from Styrofoam  and we must safe our body, family, our generation and our world. We can use recycled paper, bamboo, corn plastics, etc. are easily renewable.

I hope this “memo” can change the world.
Thanks God.